-->
×

Jurnalis Turun ke Jalan, Peringatan Hari Pers Diwarnai Seruan Lawan Intimidasi dan Impunitas

Tuesday, May 5, 2026 | May 05, 2026 WIB | 2026-05-05T05:46:49Z
Peringatan Hari Kebebasan Pers di Kota Mataram, Selasa (5/5/2026),

 

MATARAM, TM — Peringatan Hari Kebebasan Pers di Kota Mataram, Selasa (5/5/2026), berlangsung tidak biasa. Alih-alih seremoni, puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) NTB bersama elemen pers dan mahasiswa turun ke jalan, menyuarakan perlawanan terhadap berbagai bentuk intimidasi yang masih membayangi dunia jurnalistik.


Aksi yang juga disiarkan langsung melalui media suarantb.com, ini menjadi penegasan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Para jurnalis menilai tekanan terhadap media tidak hanya terjadi dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga melalui kriminalisasi, intimidasi, hingga serangan digital yang kian kompleks.


Dalam pernyataan sikapnya, perwakilan AJI NTB, Haris, menyampaikan empat tuntutan utama kepada negara.


Pertama, negara diminta menjamin keselamatan jurnalis tanpa syarat dalam menjalankan tugas jurnalistik.


Kedua, seluruh pelaku kekerasan terhadap jurnalis harus diproses secara transparan tanpa impunitas.


Ketiga, menghentikan segala bentuk intimidasi, kriminalisasi, dan upaya pembungkaman terhadap media.


Keempat, menuntaskan seluruh kasus kekerasan terhadap jurnalis yang hingga kini belum mendapatkan keadilan.


“Tidak ada kompromi bagi pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Kebebasan pers adalah fondasi demokrasi,” tegas Haris dalam orasinya.


Para peserta aksi menilai, selama pelaku kekerasan terhadap jurnalis masih dibiarkan bebas, maka ancaman terhadap independensi media akan terus berulang. Situasi ini dinilai berbahaya karena dapat melemahkan fungsi pers sebagai kontrol sosial dan pilar demokrasi.

Aksi damai ini juga menjadi pengingat bahwa ketika kebebasan pers terancam, maka ruang publik untuk menyampaikan kebenaran ikut menyempit.


“Jika pers dibungkam, maka suara rakyat juga akan ikut padam,” seru massa aksi.


Peringatan Hari Kebebasan Pers tahun ini pun menjadi momentum refleksi sekaligus perlawanan, menegaskan bahwa jurnalis tidak akan tinggal diam menghadapi berbagai bentuk tekanan terhadap kebebasan berekspresi. (Red

×