-->
×

Harga LPG 12 Kg dan Air Kemasan Melonjak, Warga Kota Bima Mengeluh Daya Beli Tertekan

Saturday, May 2, 2026 | May 02, 2026 WIB | 2026-05-02T02:26:58Z
Ilustrasi Tambora Media / Al


Kota Bima, TM — Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali dikeluhkan warga. Kali ini, lonjakan terjadi pada gas elpiji non-subsidi ukuran 12 kilogram serta air minum dalam kemasan gelas, yang dinilai semakin membebani pengeluaran rumah tangga.


Salah satu warga, Gun Malingi, mengungkapkan bahwa harga LPG 12 kg mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp250.000, kini naik menjadi Rp295.000 per tabung.


“Luar biasa ya, harga gas 12 kg naik Rp45.000. Sepertinya bukan cuma kompor yang panas, tapi juga dompet rakyat,” tulisnya, Sabtu (2/5/2026) dilansir Media Metromini


Tak hanya itu, kenaikan juga terjadi pada harga air minum dalam kemasan gelas. Warga lainnya, Aco, menyebutkan harga per dus yang sebelumnya berkisar Rp15.000 hingga Rp16.000, kini melonjak menjadi sekitar Rp23.000.


Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada stabilitas harga kebutuhan harian.


Gun Malingi juga menyinggung soal harga LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil. Ia mempertanyakan apakah gas subsidi tersebut juga akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat.


“LPG 3 kg naik berapa ya?” ujarnya, mencerminkan keresahan masyarakat terhadap potensi kenaikan lanjutan.


Sejumlah warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengendalikan harga serta memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap stabil. Mereka juga mendorong adanya transparansi dari pihak terkait terkait penyebab kenaikan harga yang terjadi.


Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyesuaian harga maupun kebijakan pengendalian harga di wilayah Kota Bima dan sekitarnya.


Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa tekanan ekonomi di tingkat masyarakat masih terus berlangsung, sehingga dibutuhkan respons cepat dan tepat dari pemerintah guna menjaga daya beli dan kestabilan ekonomi daerah. (Red

×