-->

Notification

×

Wali Kota Bima Tekankan Perencanaan Tajam di Tengah Keterbatasan Fiskal

Thursday, April 9, 2026 | April 09, 2026 WIB | 2026-04-09T12:07:12Z
Wali Kota Bima, H. A. Rahman, secara resmi membuka kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas RI


Kota Bima, TM – Wali Kota Bima, H. A. Rahman, secara resmi membuka kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren) Bappenas RI, dengan menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang kuat, adaptif, dan tepat sasaran di tengah keterbatasan fiskal daerah.


Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Perencanaan dan Penganggaran Daerah dalam Menghadapi Tantangan Keterbatasan Fiskal” ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya para perencana di lingkup Pemerintah Kota Bima.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah, Staf Ahli, para Asisten, serta sejumlah pejabat dan perencana daerah.


Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas perencanaan pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi pemicu untuk menghadirkan inovasi dan ketepatan dalam menentukan program prioritas.


“Perencanaan harus semakin tajam dan adaptif. Di tengah fiskal yang terbatas, setiap kebijakan harus berdampak langsung dan terukur bagi masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengapresiasi kehadiran Kepala Pusbindiklatren Bappenas RI yang dinilai membawa perspektif dan pengalaman strategis dalam memperkuat kapasitas aparatur perencana di daerah.


Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota Bima dan Bappenas merupakan langkah penting dalam mendorong perencanaan pembangunan yang lebih efektif, efisien, serta berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.


Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir perencana-perencana daerah yang profesional, responsif terhadap dinamika pembangunan, serta mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan fiskal ke depan.(Red

×