![]() |
| Suasana di Perairan Pulau sangiang Wera |
BIMA, TM – Peristiwa tragis terjadi di perairan Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Farid Sukardin ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam akibat terjebak di dalam kapal yang mengalami kebocoran, Rabu (1/4/2026) pagi.
Personel Polsek Wera, Polres Bima Kota, bergerak cepat melakukan evakuasi korban setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 08.00 Wita. Proses evakuasi berlangsung di sekitar dermaga Desa Sangiang dan melibatkan masyarakat setempat.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Wera IPDA Muhaimin Mulawarman, S.H., menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula pada Minggu (29/3/2026) saat Perahu Motor Dian Laili Putri berlabuh membawa muatan garam sekitar 50 ton yang rencananya akan dikirim ke Sulawesi.
Setelah kapal bersandar, kapten dan sejumlah ABK turun ke darat untuk beristirahat. Namun pada Selasa malam (31/3/2026), korban kembali ke kapal menggunakan sampan untuk menjaga perahu, disusul beberapa ABK lainnya. Rencana keberangkatan sempat tertunda karena kondisi kapten yang kurang sehat.
Sekitar pukul 04.00 Wita, korban bersama rekannya menyadari adanya kebocoran di bagian dasar kapal. Mereka pun berupaya menyelamatkan diri keluar dari kamar kapal.
"Sekitar pukul 05.40 Wita, korban kembali masuk ke dalam kamar kapal yang sudah mulai dipenuhi air laut untuk mengambil handphone miliknya yang tertinggal. Diduga karena derasnya air yang masuk, korban terjebak di dalam dan tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya tenggelam bersama kapal," ujar Muhaimin, Rabu (2/4/2026).
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan upaya pencarian dengan menyelam menggunakan kompresor. Setelah dilakukan pencarian intensif, korban berhasil ditemukan sekitar pukul 07.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia.
"Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dusun Tewo, Desa Sangiang, dengan cara ditandu oleh warga," jelasnya.
Sekitar pukul 09.20 Wita, tim medis dari BLUD UPT Puskesmas Wera yang dipimpin Siti Rahma, S.KM bersama dr. Vety Rahmawati tiba di rumah duka untuk melakukan pemeriksaan luar, didampingi pihak kepolisian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen saat terjebak di dalam kamar kapal yang tenggelam.
Kapolsek Wera mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan dan awak kapal, agar selalu memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum berlayar serta mengutamakan keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Red)


