-->
×

Puting Beliung Terjang Desa Kekeri, 12 Rumah Rusak, Warga Sempat Mengungsi

Tuesday, April 21, 2026 | April 21, 2026 WIB | 2026-04-21T02:13:40Z
Bencana angin puting beliung menerjang Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.15 WITA


Lombok Barat, TM — Bencana angin puting beliung menerjang Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.15 WITA. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu menyebabkan sedikitnya 12 rumah warga mengalami kerusakan, dengan satu unit di antaranya rusak berat.


Angin kencang melanda dua wilayah permukiman, yakni Dusun Kekeri Timur dan Dusun Kekeri Barat. Meski berlangsung singkat, kekuatan angin cukup besar hingga merusak atap rumah serta sebagian struktur bangunan milik warga.


Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Lombok Barat kepada BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Dusun Kekeri Timur tercatat 8 rumah terdampak yang dihuni 8 kepala keluarga atau 24 jiwa. Dari jumlah tersebut, satu rumah mengalami kerusakan berat, sementara tujuh lainnya mengalami kerusakan ringan. Satu keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi hunian yang tidak lagi layak.


Sementara itu, di Dusun Kekeri Barat terdapat 4 rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, dihuni oleh 4 kepala keluarga atau 16 jiwa.


Selain kerusakan bangunan, warga juga mengalami kerugian material akibat rusaknya perabot rumah tangga. Puing-puing bangunan terlihat berserakan di lokasi kejadian. Beberapa warga dilaporkan mengalami kepanikan dan trauma ringan akibat terjangan angin tersebut.


Saat ini, kondisi di lokasi mulai berangsur kondusif. Warga bersama aparat setempat melakukan gotong royong membersihkan sisa-sisa material bangunan yang rusak.


Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi terpal, perlengkapan bayi, perlengkapan tidur, makanan siap saji, serta bantuan material untuk perbaikan rumah.


Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat wilayah Nusa Tenggara Barat masih berada dalam periode musim hujan dan memasuki masa peralihan ke musim kemarau. Potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat, banjir, hingga tanah longsor masih dapat terjadi sewaktu-waktu. (Red)

×