![]() |
| Ilustrasi Al |
BIMA, TM – Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia resmi menghentikan sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten dan Kota Bima.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat BGN tertanggal 31 Maret 2026 dengan Nomor: 1218/D.TWS/03/2026 tentang Pemberhentian Operasional Sementara. Langkah ini diambil sebagai bentuk pengawasan terhadap standar kualitas layanan pemenuhan gizi di daerah.
Dalam surat tersebut, BGN menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan karena sebagian SPPG belum memenuhi persyaratan penting, yakni belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kondisi ini dinilai berpotensi berdampak pada kualitas produk, mutu gizi, serta keamanan pangan yang disalurkan kepada masyarakat.
“Hal ini penting untuk menjamin bahwa makanan yang diproduksi dan didistribusikan benar-benar aman, higienis, dan sesuai standar gizi nasional,” demikian isi penegasan dalam surat tersebut.
Sebanyak 31 SPPG terdampak kebijakan ini, yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bima dan Kota Bima. Mayoritas penghentian disebabkan belum tersedianya IPAL, sementara beberapa lainnya terkendala sertifikasi laik higiene sanitasi.
Berikut SPPG ditutup Sementara di wilayah Bima yakni:
1. SPPG Bima Ambalawi Tolowata (IPAL)
2. SPPG Bima Bolo Kananga 2 (IPAL)
3. SPPG Bima Bolo Tambe (IPAL)
4. SPPG Bima Donggo Rora (IPAL)
5. SPPG Bima Langgudu Laju (IPAL)
6. SPPG Bima Langgudu Rupe (IPAL)
7. SPPG Bima Madapangga Dena (IPAL)
8. SPPG Bima Monta Tangga (IPAL)
9. SPPG Bima Monta Tangga 2 (IPAL)
10. SPPG Bima Palibelo Belo (IPAL)
11. SPPG Bima Pelibelo Belo 2 (IPAL)
12. SPPG Bima Palibelo Bre (IPAL)
13. SPPG Bima Pelibelo Panda (IPAL)
14. SPPG Bima Pelibelo Teke (IPAL)
15. SPPG Bima Sape Bugis 2 (IPAL)
16. SPPG Bima Sape Naru (IPAL)
17. SPPG Bima Sape Parangina (IPAL)
18. SPPG Bima Sape Parangina 2 (IPAL)
19. SPPG Bima Sape Sangia (IPAL)
20. SPPG Bima Sape Sangia 2 (IPAL)
21. SPPG Bima Tambora Labuan Kananga (IPAL)
22. SPPG Bima Wera Tawali (IPAL)
23. SPPG Bima Woha Naru (IPAL)
24. SPPG Bima Woha Rabakodo (IPAL)
25. SPPG Bima Woha Talabiu (IPAL)
26. SPPG Kota Bima Mpunda Penatoi 2
27. SPPG Kota Bima Rasanae Barat Sarae (IPAL)
28. SPPG Kota Bima Rasanae Timur Oi Mbo (IPAL)
29. SPPG Bima Belo Lido (SLHS)
30. SPPG Bima Bolo Rada (SLHS)
31. SPPG Bima Woha Naru 2 (SLHS)
Pihak BGN menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara hingga seluruh persyaratan terpenuhi. SPPG yang terdampak diharapkan segera melakukan pembenahan fasilitas, khususnya terkait pengolahan limbah dan standar sanitasi.
Langkah tegas ini mendapat perhatian berbagai pihak, mengingat peran strategis SPPG dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan seluruh SPPG di Bima dapat meningkatkan standar operasionalnya demi menjamin kualitas layanan gizi yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. (Red)


