![]() |
| Potret keterbatasan infrastruktur jaringan internet kembali terlihat di Desa Piong, Kecamatan Sanggar |
Bima, TM – Potret keterbatasan infrastruktur jaringan internet kembali terlihat di Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Para pegawai Pustu (Puskesmas Pembantu) setempat terpaksa mencari lokasi yang memiliki akses sinyal demi menjalankan tugas administrasi pelayanan kesehatan.
Salah satu tenaga bidan di Desa Piong mengungkapkan kondisi tersebut melalui pernyataan yang menyentuh. Ia menyebutkan bahwa baik di kantor maupun di rumah, jaringan internet tidak tersedia, sehingga mereka harus pergi ke pantai untuk dapat menginput data ke sistem.
"MasyaAllah desa Piongku tercinta, tak ada sinyal di kantor ataupun rumah. Jadi kita teman-teman Pustu di Desa Piong, input E-Puskesmas (E-Pus) di pantai," ujarnya.
Kondisi ini menjadi ironi di tengah tuntutan digitalisasi layanan kesehatan yang mengharuskan tenaga medis untuk menginput data secara real-time melalui sistem elektronik. Tanpa dukungan jaringan internet yang memadai, tugas tersebut justru menjadi beban tambahan bagi para tenaga kesehatan di daerah terpencil.
Para pegawai Pustu harus meluangkan waktu ekstra dan menempuh jarak tertentu hanya untuk mendapatkan akses sinyal. Hal ini tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga berpotensi mengganggu efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
Situasi ini pun memunculkan harapan agar pemerintah dan pihak terkait segera memberikan perhatian serius terhadap pemerataan infrastruktur jaringan, khususnya di wilayah pedesaan dan terpencil. Akses internet yang memadai dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menunjang pelayanan publik, termasuk di sektor kesehatan.
Masyarakat dan tenaga kesehatan berharap, ke depan tidak ada lagi cerita petugas medis yang harus bekerja dari pinggir pantai hanya untuk memenuhi kewajiban administrasi digital. (Red)


