-->
×

Bareskrim Polri Ringkus “The Doctor” di Malaysia, Otak Jaringan Narkoba Koko Erwin Akhirnya Tertangkap

Tuesday, April 7, 2026 | April 07, 2026 WIB | 2026-04-06T23:41:59Z
Tambora Media / Al


JAKARTA, TM – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil membekuk buronan narkoba kelas kakap, Andre Fernando alias Charlie alias “The Doctor” dalam operasi gabungan lintas negara di Penang, Malaysia.


Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol. “The Doctor” diketahui sebagai sosok kunci dalam jaringan narkoba internasional yang menyuplai bandar besar Erwin Iskandar alias Koko Erwin.


Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut tersangka diamankan pada Minggu, 5 April 2026.


“Benar, yang bersangkutan ditangkap di Malaysia oleh tim gabungan dan saat ini dalam perjalanan menuju Indonesia untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya, Senin (6/4/2026) dikutip Ntbsatu


Pemasok Utama Jaringan Besar


Andre Fernando bukan pemain kecil. Ia disebut sebagai pemasok utama dalam jaringan narkoba yang dikendalikan Koko Erwin, dengan jalur distribusi yang menjangkau berbagai wilayah, termasuk tempat hiburan malam di Jakarta.


Dalam pengembangan kasus, polisi lebih dulu menangkap dua orang kaki tangan Andre, yakni Muhammad Riiki dan Priyo Handoko di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.


Riiki diketahui berperan sebagai pemilik rekening yang digunakan untuk transaksi narkoba, sementara Priyo menjual rekening tersebut untuk kepentingan jaringan. Keduanya mengaku hanya menjalankan perintah langsung dari “The Doctor”.


Terungkap dari Jejak Transaksi


Kasus ini mulai terkuak dari penelusuran aliran dana mencurigakan melalui rekening atas nama Muhammad Riiki.


Penggerebekan dilakukan pada 7 Maret 2026 di Cengkareng, dengan barang bukti berupa ponsel dan dokumen transaksi yang mengarah pada jaringan lebih besar.


Pengembangan kemudian mengarah pada penangkapan Priyo Handoko di Kapuk. Dari hasil pemeriksaan, peran Andre sebagai pengendali utama jaringan semakin kuat.


Jejak Lama Jaringan Koko Erwin


Sebelumnya, aparat juga mengamankan seorang kurir bernama Patrisius di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Ia mengaku telah menjadi kurir sabu untuk jaringan Koko Erwin sejak 2024 hingga 2025.


Dalam salah satu aksinya, ia sempat mengambil sabu seberat 1 kilogram di sebuah hotel di Jakarta Pusat sebelum akhirnya tertangkap.


Sementara itu, Koko Erwin lebih dulu ditangkap pada Februari 2026 di perairan Pematang Silo, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, saat mencoba melarikan diri melalui jalur laut ilegal.


Upaya Pelarian dan Dugaan Suap


Hasil penyelidikan juga mengungkap adanya rencana pelarian jaringan ini melalui jalur laut dengan melibatkan sejumlah pihak.


Bahkan, diduga terdapat aliran dana suap untuk memperlancar pelarian tersebut. Namun, rencana itu berhasil digagalkan setelah aparat melakukan penindakan cepat dan penangkapan beruntun.


Proses Hukum Berlanjut


Saat ini, Andre Fernando alias “The Doctor” tengah dibawa ke Indonesia untuk menjalani proses hukum. Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini guna membongkar jaringan narkoba yang lebih luas. (Red

×