![]() |
| Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah Kota dan Kabupaten Bima terus diperkuat. Setelah sepanjang tahun 2025 berhasil membina sekitar 2.700 perempuan pelaku UMKM |
BIMA, TM – Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah Kota dan Kabupaten Bima terus diperkuat. Setelah sepanjang tahun 2025 berhasil membina sekitar 2.700 perempuan pelaku UMKM, program penguatan kapasitas kini kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan skala yang lebih terarah.
Fasilitator kegiatan, Ade menyampaikan bahwa pada fase pertama tahun 2026, sebanyak 630 perempuan pengusaha UKM yang juga merupakan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) akan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas.
“Sepanjang tahun 2025 di wilayah Kota dan Kabupaten Bima, kita telah membina 2.700 perempuan pelaku UMKM. Mereka bukan hanya berusaha, tetapi berjuang menopang ekonomi keluarga,” ujarnya Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan, langkah pemberdayaan ini tidak berhenti. Program lanjutan di tahun 2026 menjadi bukti komitmen untuk terus mendorong perempuan agar semakin mandiri dan berdaya saing.
“Di tahun 2026, pada fase pertama, kita kembali bergerak. Sebanyak 630 perempuan pengusaha UKM akan mendapatkan pelatihan,” jelasnya.
Tak Sekadar Pelatihan, Ada Aksi Nyata
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga menghadirkan dukungan langsung berupa paket sembako bagi seluruh peserta.
Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa pemberdayaan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Ade menilai, pendekatan ini penting untuk memastikan roda ekonomi tetap bergerak, terutama di tingkat keluarga.
“Setiap pelatihan adalah investasi. Setiap belanja sembako adalah perputaran ekonomi. Dan setiap perempuan yang berdaya adalah kekuatan bagi keluarga dan daerahnya,” terangnya.
Perempuan, Pilar Ekonomi Keluarga
Program ini menempatkan perempuan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Dengan peningkatan kapasitas usaha dan dukungan konkret, diharapkan para pelaku UMKM perempuan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda, mulai dari peningkatan pendapatan keluarga hingga penguatan ekonomi daerah.
Dengan kesinambungan program dari tahun 2025 ke 2026, pemberdayaan perempuan UMKM di Bima diharapkan semakin kuat dan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (Red)


